Sabtu, 03 Desember 2011

karyaku


Kaki-kaki mungilnya melangkah lincah antara
mengejar kepingan rupiah
dan mengelakkan aspal membara
Tidak ada sandal pembatas lara
tidak ada payung penaung hawa
yang ada hanya kotak tisu dengan karet gelang
di tengah
ia petik sesuka, menemani menjual suara

Tidak! Orang tuanya bukan tiada
hanya saja jerih payah mereka belum mampu
menutupi dahaga
adik bayinya yang tumbuh dengan air gula

Kaca mobil menutup angkuh
pengendara motor mendadak buta tuli
suara klakson membahana sana sini

di perempatan lampu merah

ia seringkali ingin menyerah
tapi ia tahu, tidak boleh kalah!
biar lelah, tetap mencari nafkah

agar adiknya mencecap susu yang baginya mewah
agar sakit ayahnya tidak bertambah parah
agar ia bisa tetap sekolah, dan ..
agar hidupnya tidak sia-sia


-10 Agustus 2011

puisi ini (kalau bs disebut puisi) tadinya dicipta utk mengikuti lomba 
tapi krn 1 dan lain hal, akhirnya karya ini tak pernah dikirim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar