Sabtu, 03 Desember 2011

puisi kerinduan


Maafkan Anakmu, Ibu

Di sana ia menunggu di depan rumah
anaknya yang melompat riang sepulang sekolah
sedetik pun tak ingat ibunya

Di sana ia tabah melawan lelah
membuat hidangan istimewa kesukaan anaknya
tanpa pernah kata terima kasih ia terima

Maaf, Ibu, lidahku kelu ..
tak sanggup ungkap bahwa hati merindu
meski sebenarnya,
di saat diri terpuruk terbebani
bayangmulah yang hadir menyemangati

Maaf, Ibu, mataku beku ..
tak mampu alirkan air mata di hadapanmu
hanya untuk tunjukkan, anakmu tidak lemah
padahal sesungguhnya di kala jauh
air mata berlomba untuk jatuh

Maaf, Ibu, tanganku terbelenggu ..
tak pernah awali memelukmu
tapi sejatinya yang terindah bagiku
hanyalah sentuhan hangat cintamu

dalam mimpi, kudekap erat engkau, Ibu ..
kukatakan rasa sayangku
maaf aku hanya berdaya di alam maya

Maaf, Ibu, baru kukatakan padamu
walau engkau mungkin tak mau tahu :

"aku mencintaimu"



23.08.2011
-menunggu menit-menit kepulanganku ke pelukan Ibu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar